Toyota Starlet 1.3 SE 1990

Image

Semua yang kita lakukan harus memiliki visi dan misi. Sebuah garis batas maya yang akan membimbing dan memfokuskan langkah kita. Agar tidak menjelajahi wilayah yang tidak terkait dan mengefisienkan waktu. Tapi tentu saja, untuk mendapatkannya membutuhkan pemikiran dan konsistensi dari diri sendiri



Image

Sama halnya kala membangun atau memodifikasi sebuah kendaraan. Visi dan misi jelas dibutuhkan. Tanpanya, mobil yang dihasilkan akan kehilangan jiwa atau bahkan tak sedap dipandang mata. Dan tentu tidak akan memberikan kenyamanan berkendaraan.

Pentingnya visi memodifikasi kendaraan disadari benar oleh Cokorda Ray Arlingabawa. Lajang yang akrab dipanggil Coki ini pantang membangun mobil tanpa satu konsep jelas. Dan kala hal ini dipadu dengan keahlian yang didapat di bangku kuliah, kesempurnaan pun direngkuhnya. "Ilmu, yang didapat saat kuliah dijurusan arsitektur memang membantu, tapi tidak banyak kok.” ujarnya merendah.

Image Image

Tujuan utama Coki, punya mobil bertransmisi otomatik yang bertenaga. Selain itu kendaraan tersebut wajib nyaman dikendarai keliling kota Bandung bersama pacar tersayang. Oleh karena itu mesin, interior dan sistem audio jadi fokus ubahan,” jelas pria yang sedang menyelesaikan kuliah S2-nya ini.

Obyek garapannya cukup menantang. Toyota starlet 1.3 SE lansiran 1990. “Bentuknya bagus, didominasi garis tubuh yang membulat.” Alasan ini dipadu dengan “jeroan” yang dimiliki sedang berkelir biru ini. Pemilik sebelumnya memasang mesin 4EFTE milik saudara dekatnya, Starlet GT Turbo. “Selain itu mobil menggunakan transmisi otomatik.”, imbuh kelahiran Surabaya ini

Sampai digarasi rumahnya, dapur pacu 1.331 cc hanya mendapat sentuhan ringan. Mengatasi kebocoran-kebocoran, membuat permukaan menjadi mengkilap lagi dan istalasi blow-off valve Gredy menjadi pilihannya. “Kalau untuk sekedar jalan-jalan tenaganya sudah mumpuni jadi tidak perlu spec-up.” Imbuh anak ketiga dari empat bersaudara ini.  

Setelah itu giliran sisi kenyamanan berkendaraan yang ditingkatkan kualitasnya. Layaknya para penikmat carsmetic lainnya, balutan jok kulit jadi pilihan utama. Sedang door trim dan dashboard dilabur cat yang senada dengan tempat duduk. “Kabin terlihat kontras dengan bodi luar dan nyaman.” Ujar alumni universitas Parahyangan, Bandung.

ImageImage

Sedang bagian eksterior juga mendapatkan sentuhan minim. Cukup bumper depan, belakang dan side skirt Starlet GT Turbo. Lalu velg standar dipensiunkan diganti dengan Racing Hart M7000 berdiameter 18 inci. Desain garis di velg berpadu manis dengan kontur bulat bodi.” Tutupnya.

Sumber: kliping Radius Mobile Works






Komentar